Huyay bin Akhtab dan Abu Yasir
Home »
» Huyay bin Akhtab dan Abu Yasir
Beginilah Besarnya Kedengkian Yahudi kepada Rasulullah
Ketika nurani telah gelap sebab tertutup
dengki, kebenaran seterang mentari pun amat mudah untuk didurhakai. Saat
gelap mulai menyergap ke dalam pikiran, jutaan bukti kebenaran pun
semakin kabur dan tak memiliki dampak, selain semakin menjauhkan
seseorang dari jalan kebenaran yang sejati.
Laki-laki ini merupakan salah satu
pemimpin kabilah Yahudi Bani Quraizhah. Kelak, putrinya menjadi satu di
antara istri-istri Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi wa Sallam. Selain
pemimpin kaumnya, laki-laki ini juga tercatat sebagai salah satu rahib.
Seorang ahli ibadah dan memahami banyak hukum yang terkandung di dalam
Taurat Nabi Musa ‘Alaihis salam.
Lantaran itu pula, laki-laki yang bernama
Huyay bin Akhtab ini sangat memahami ciri-ciri Nabi akhir zaman. Ia
memahami dengan sangat detail sebagaimana termaktub dalam kitab Taurat.
Saat mendengar kedatangan Nabi
Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam di Madinah dalam peristiwa hijrah, Huyay
pun bergegas menemui Nabi untuk mengamatinya. Ia berangkat bersama Abu
Yasir, salah satu keluarganya.
Dua pemuka Yahudi ini pun memperhatikan
dengan saksama saat Nabi menjadi tamu Bani Amr bin Auf di Quba. Berbekal
pengetahuan shahih yang terdapat dalam Taurat, mereka mengamati secara
mendalam, meliputi ciri fisik dan sejarahnya.
Puas memastikan dalam pengamatannya, dua
anak manusia ini pulang. Wajahnya lesu, kecewa, panik, dan semua
gambaran kekhawatiran berselimut gengsi kesukuan yang mendalam.
“Bagaimana menurutmu?” tanya Abu Yasir.
“Demi Allah, aku yakin. Dialah orangnya (yang diutus sebagai Nabi akhir zaman).” jawab Huyay bin Akhtab. Jujur.
“Lantas,” lanjut Abu Yasir, “apa yang akan engkau kerjakan setelah ini?”
Apakah engkau akan mengimaninya sebagai
salah satu wujud taat kepada apa yang disampaikan Nabi Musa dalam
Taurat, atau sebaliknya sebab Muhammad bukan berasal dari keturunan
Yahudi?
Tanpa berpikir lama, meski mengingkari
keyakinan di dalam hatinya, Huyay bin Akhtab berkata tegas, “Demi
Allah,” lanjutnya sampaikan sumpah, “aku akan senantiasa memusuhinya
hingga tetes darah penghabisan.”
Celakanya. Celakanya. Celakanya. Inilah
tindakan paling bodoh di muka bumi ini. Hanya karena gengsi, ia
mendustai kebenaran yang bersemayam di dalam hatinya. Hanya karena
sombong tak beralasan, ia rela dijebloskan ke dalam neraka.
Inilah yang menjadi satu dari sekian
banyaknya bukti tentang permusuhan kaum Yahudi kepada Nabi Muhamamad dan
umatnya hingga akhir zaman kelak.
Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]http://kisahikmah.com/beginilah-besarnya-kedengkian-yahudi-kepada-rasulullah/







0 komentar:
Post a Comment