Cara Pandang
Home »
» Cara Pandang
Pengertian dari cara pandang atau paradigma yaitu cara Anda melihat sesuatu, mengartikan sesuatu tersebut menurut pemikiran Anda.
Paradigma dalam disiplin intelektual adalah cara pandang orang terhadap diri dan lingkungannya yang akan mempengaruhinya dalam berpikir (kognitif), bersikap (afektif), dan bertingkah laku (konatif).[1] Paradigma juga dapat berarti seperangkat asumsi, konsep, nilai, dan praktik yang di terapkan dalam memandang realitas dalam sebuah komunitas yang sama, khususnya, dalam disiplin intelektual [2]
Kata paradigma sendiri berasal dari abad pertengahan di Inggris yang merupakan kata serapan dari bahasa Latin pada tahun 1483 yaitu paradigma yang berarti suatu model atau pola; bahasa Yunani paradeigma (para+deiknunai) yang berarti untuk "membandingkan", "bersebelahan" (para) dan memperlihatkan (deik) [3]
KENAPA?…. KARENA SEBUAH INFORMASI. INILAH YANG DISEBUT PERUBAHAN PARADIGMA. Ternyata, batas antara SETUJU dan MENOLAK itu sangat tipis sekali. Dan itu tidak akan pernah dapat ditembus, kecuali oleh sebuah INFORMASI yang benar
Cara pandang adalah cara kita melihat sesuatu dan mengartikan hal tersebut sesuai pemikiran anda.
Paradigma / Cara Pandang yaitu cara pandang orang terhadap diri dan lingkungannya yang akan mempengaruhinya dalam berpikir (kognitif), bersikap (afektif), dan bertingkah laku (konatif).
![]()
Analoginya yaitu seperti gambar dibawah ini:
Cara
membaca diagram blok di samping yaitu apa yang Anda lihat akan
mempengaruhi apa yang Anda lakukan dan apa yang Anda lakukan akan
mempengaruhi apa yang Anda hasilkan dan apa yang Anda hasilkan akan
memperkuat cara pandang itu sendiri. Jadi bila dirumuskan yaitu See Do Get
( S D G ). Nah, salah satu contoh yaitu dalam kamar Anda banyak
terdapat kumpulan koran yang menumpuk. Bila cara pandang Anda melihatnya
sebagai sampah, maka tindakan Anda biasanya akan mengambil dan
memasukkannya ke tempat sampah. Hasilnya yang Anda dapat adalah ruangan
yang bersih. Namun berbeda dengan para pemulung, karena cara pandang
mereka melihat kumpulan koran tersebut sebagai potensi uang, maka
tindakannya adalah mengumpulkan dan menjualnya. Hasilnya adalah uang.
Siapa yang benar dalam kasus di atas? Apakah Anda atau para pemulung?
Coba bila kita melihat gambar di bawah ini. Gambar apakah sebenarnya?
Betul, bila Anda melihat gambar di samping tersebut gambar tikus
maka cara pandang Anda melihat gambar tersebut menghasilkan gambar
tikus. Tetapi bila Anda melihat gambar di samping tersebut gambar orang tua pakai kacamata
maka cara pandang Anda melihat gambar tersebut menghasilkan gambar
orang tua pakai kacamata. Sekarang pertanyaannya sama, gambar apa yang
benar? Apakah gambar tikus atau gambar orang tua pakai kacamata?
Nah, itulah yang disebut cara pandang atau paradigma. Tidak ada yang salah ataupun tidak ada yang benar dalam cara pandang seseorang karena setiap orang bergantung dari apa yang Anda lihat akan mempengaruhi apa yang Anda lakukan dan apa yang Anda lakukan akan mempengaruhi apa yang Anda hasilkan. Hasilnya akan menguatkan cara pandang Anda terhadap apa yang Anda lihat.
Karena cara pandang setiap orang tidak ada yang salah dan tidak ada yang benar maka muncullah kata sepakat. Jadi bila sudah sepakat bahwa bila melihat gambar di atas maka lihatlah gambar tikus sehingga bila orang melihat gambar di atas tersebut gambar orang tua pakai kacamata di anggap salah menurut kesepakatan yang sudah disetujui oleh banyak orang.
Terakhir, lingkaran tengah yang manakah yang lebih besar? Sebelah kanan atau kiri dari gambar di bawah ini?

https://bambangps.wordpress.com/2009/05/11/apa-itu-cara-pandang-paradigma/
https://id.wikipedia.org/wiki/Paradigma
http://dedy-yuliarko.blogspot.co.id/p/pentingnya-cara-pandang-paradigma-yang.html
http://www.babla.co.id/bahasa-indonesia-bahasa-inggris/cara-pandang
https://b1ms.wordpress.com/2014/05/02/struktur-sikap-afektif-konatif-kognitif/
http://ofie-meisyah.blogspot.co.id/2011/12/konasi-dalam-psikologi.html
.
Paradigma dalam disiplin intelektual adalah cara pandang orang terhadap diri dan lingkungannya yang akan mempengaruhinya dalam berpikir (kognitif), bersikap (afektif), dan bertingkah laku (konatif).[1] Paradigma juga dapat berarti seperangkat asumsi, konsep, nilai, dan praktik yang di terapkan dalam memandang realitas dalam sebuah komunitas yang sama, khususnya, dalam disiplin intelektual [2]
Kata paradigma sendiri berasal dari abad pertengahan di Inggris yang merupakan kata serapan dari bahasa Latin pada tahun 1483 yaitu paradigma yang berarti suatu model atau pola; bahasa Yunani paradeigma (para+deiknunai) yang berarti untuk "membandingkan", "bersebelahan" (para) dan memperlihatkan (deik) [3]
KENAPA?…. KARENA SEBUAH INFORMASI. INILAH YANG DISEBUT PERUBAHAN PARADIGMA. Ternyata, batas antara SETUJU dan MENOLAK itu sangat tipis sekali. Dan itu tidak akan pernah dapat ditembus, kecuali oleh sebuah INFORMASI yang benar
Cara pandang adalah cara kita melihat sesuatu dan mengartikan hal tersebut sesuai pemikiran anda.
Paradigma / Cara Pandang yaitu cara pandang orang terhadap diri dan lingkungannya yang akan mempengaruhinya dalam berpikir (kognitif), bersikap (afektif), dan bertingkah laku (konatif).
Ritzer dalam zamroni, membuat pengertian tentang paradigma yaitu pandangan
yang mendasar dari para ilmuwan tentang apa yang menjadi pokok
persoalan yang semestinya dipelajari oleh salah satu cabang atau
disiplin ilmu pengetahuan. Dari pengertian ini dapat disimpulkan,
dalam suatu cabang ilmu pengetahuan dimungkinkan terdapat beberapa
paradigma. Artinya dimungkinkan terdapatnya beberapa komunitas ilmuwan
yang masing-masing berbeda titik pandangnya tentang apa yang menurutnya
menjadi pokok persoalan yang semestinya dipelajari dan diteliti oleh
cabang ilmu pengetahuan tersebut. (ahmad sihabudin dalam Jurnal Kampus Tercinta, 1996 : 43).
Penjelasan paradigma fakta sosial
berasal dari pendapat Durkheim. Fakta sosial dianggap sebagai barang
sesuatu yang berbeda dengan ide yang menjadi obyek penyelidikan seluruh
ilmu pengetahuan dan tidak dapat dipahami melalui kegiatan mental murni.
Tetapi untuk memahaminya diperlukan penyusunan data riil di luar
pemikiran manusia. Fakta sosial ini terdiri atas dua jenis, yaitu :
- Bentuk material, berupa barang sesuatu yang dapat dilihat, ditangkap dan diobservasi,
- Dalam bentuk non material, merupakan fenomena yang terkandung dalam diri manusia hanya muncul dalam kesadaran manusia (zamroni, 1992:24)
Penjelasan paradigma definisi sosial
bersumber dari karya Weber yang konsepsinya tentang fakta sosial sangat
berbeda dengan konsep Durkheim. Weber tidak memisahkan antara struktur
sosial dengan pranata sosial karena keduanya sama-sama membantu untuk
membentuk tindakan manusia yang penuh makna (Zamroni, 1992 : 53).
Struktur sikap ( kognitif, afektif , konatif )
Sikap (attitude) digunakan pertama kali oleh Herbert Spencer tahun 1862, yang diartikan sebagai status mental seseorang.
La Pierre mendefinisikan sikap sebagai
suatu pola perilaku,tendensi atau kesiapan antisipatif, dan predisposisi
untuk menyesuaikan dengansituasi sosial, atau secara sederhana sikap
adalah respon terhadap stimuli sosialyang telah terkondisikan (Azwar,
1995).
atau sikap adalah cara seseorang
melihat ‘sesuatu’ secara mental (dari dalam diri) yang mengarah pada
perilaku yang ditujukan ke orang lain,cara seseorang mengkomunikasikan
perasaan-nya kepada orang lain, Sikap mengandung tiga bagian, yaitu
- kognitif (keyakinan, kesadaran),
- afektif (perasaan), dan
- konatif (perilaku)
Komponen Kognitif
- Merupakan representasi apa yang dipercayai oleh individu pemilik sikap.
- Berisi persepsi, kepercayaan, dan stereotipe yang dimiliki individu mengenai sesuatu (Mann, 1969).
- Sesuatu yang telah terpolakan dalam fikiran.
- Tidak selalu akurat.
contoh kognitif:
kemampuan menilai perilaku yang patut dan tidak untuk ditiru.kemampuan untuk menilai cantik atau tidak cantik.
Komponen Afektif
- Merupakan perasaan yang menyangkut aspek emosional.
- Perasaan yang dimiliki terhadap sesuatu.
- Banyak dipengaruhi oleh kepercayaan atau apa yang kita percayai sebagai benar dan berlaku bagi objek termaksud.
contoh afektif:
perasaan mencintai seseorang (sudah melibatkan emosi)
Komponen Konatif
- Merupakan aspek kecenderungan berperilaku tertentu sesuai dengan sikap yang dimiliki oleh seseorang.
- Bagaimana orang berperilaku dalam situasi tertentu dan terhadap stimulus tertentu akan banyak ditentukan oleh bagaimana kepercayaan dan perasaannya terhadap stimulus tersebut.
- Kecenderungan berperilaku belum tentu akan benar-benar ditampakkan dalam bentuk perilaku yang sesuai.
Menurut Freud konasi merupakan wujud dari kognisi dan afeksi dalam bentuk tingkah laku.
contoh konatif :
menyatakan cinta kepada lawan jenis.
KONASI
Pengertian Gejala Konasi
Dalam istilah sehari-hari konasi disebut juga dengan
kehendak atau hasrat. Kehendak ialah suatu fungsi jiwa untuk dapat
mencapai sesuatu. Kehendak ini merupakan kekuatan dari dalam,dan tampak
dari luar sebagai gerak-gerik. Dan
hasrat ialah suatu keinginan tertentu yang dapat diulang-ulang.
Tenaga-tenaga yang kita gunakan dalam istilah itu sebagai suatu tenaga
atau suatu kekuatan yang mendorong kita supaya bergerak dan berbuat
sesuatu[1]
Konasi
disebut juga dengan kemauan yang merupakan salah satu fungsi hidup
kejiwaan manusia, dapat diartikan sebagai aktivitas psikis yang
mengandung usaha aktif dan berhubungan dengan pelaksanaan suatu tujuan.
Tujuan adalah titik akhir dari gerakan yang menuju pada suatu arah.
Adapun tujuan kemauan adalah pelaksanaan suatu tujuan yang mana harus
diartikan dalam suatu hubungan. Missalnya seseorang yang mempunyai
tujuan untuk menjadi sarjana dengan dasar kemauan, ia belajar dengan
tekun walaupun mungkin sambil bekerja.[2]
1. Ciri-ciri Hasrat
a. Hasrat merupakan motor penggerak perbuatan dan kelakuan manusia.
b. Hasrat
berhubungan erat dengan tujuan tertentu baik positif maupun negative.
Positif berarti mencapai barang sesuatu yang dianggap berharga atau
berguna baginya. Sedang negative berarti menghindari sesuatu yang
dianggap tidak mempunyai harga atau guna baginya.
c. Hasrat selamanya tidak terpisah dari gejala mengenal(kognisi) dan perasaan(emosi).
d. Hasrat diarahkan kepada penyelenggaraan suatu tujuan
2. Pembagian Gejala-gejala Hasrat
Gejala hasrat dapat dibagi menjadi dua yaitu:
2.1 Hasrat yang berpusat pada kejasmanian
Hasrat
ini terjadi pada hewan, tumbuhan, maupun pada manusia.Gejala hasrat ini
berhubungan dengan gerak dan perbuatan yang berpusat pada kejasmanian
antara lain:
a. Tropisme
Tropisme
adalah peristiwa yang menyebabkan timbulnya gerak suatu arah tertentu.
Gejala tropisme terdapat pada hewan dan tumbuhan.Dengan adanya jenis
perangsang yang berbeda, maka tropisme dapat dibedakan menurut jenis
perangsangnya, antara lain:
1. Foto tropisme (fotos = cahaya)
Foto
tropisme yaitu tropisme yang timbul karena adanya perangsang cahaya
menurut arah geraknya, foto tropisme dapat dibedakan atas :
•
Foto-tropisme, positif, yaitu gerak mengarah cahaya.missalnya
tumbuh-tumbuhan mengarah kepada matahari, laron menyongsong sinar
• Foto
tropisme Negatif yaitu bergerak menghindari perangsang cahaya.
Missalnya jenis ikan laut tertentu yang selalu menjauhi cahaya
2. Helio-tropisme (helios = matahari)
Yaitu tropisme yang timbul karena perangsang matahari. Menurut arah geraknya helio tropisme dapat dibedakan :
• Helio tropisme positif, yaitu bergerak mengarah matahari. Missalna bunga matahari
• Helio- tropisme negative, yaitu bergerak menghindari matahari. Missalnya kelalawar
b. Refleks
Refleks adalah gerak reaksi yang tidak disadari terhadap perangsang
Ciri0ciri gerak reflex:
1. Pada gerak refleks terdapat hubungan erat antara perangsang dan reaksi, yakni reaksi terhadap perangsang itu.
2. Gerak refleks berlangsung di luar kesadaran (tidak disadari)
3. Gerak refleks bersifat mekanis (bergerak dengan sendirinya) dan tidak mempunyai tujuan tertentu.
4. Sangat terikat oleh perangsang tertentu, boleh dikatakan bahwa tiap jenis perangsang tertentu menimbulkan gerak refleks tertentu.
5. Tidak berhubungan dengan pusat susunan urat syaraf dan talian dengan susunan syaraf, yakni sungsum tulang belakang.
6. Gerak refleks merupakan cara bertindak tertentu yang dibawa sejak lahir.
c. Instink
Instink adalah kemampuan berbuat tertentu dibawa sejak lahir yang tertuju pada pemuasan. Adapun ciri-ciri instink :
1. Instink
lebih majemuk dari refleks. Gerak-gerak instingtif lebih kompleks
daripada gerak-gerak refleks yang serba terikat dengan jenis perangsang.
2. Instink merupakan kemampuan untuk bergerak kepada suatu tujuan dengan tidak memerlukan latihan lebih dahulu.
3. Gerak instinktif merupakan pembawaan, kemampuan alami yang dibawa sejak lahir, jadi bukannya kecakapan yang diperoleh dari pengalaman dan latihan.
4. Gerak instinktif berjalan secara mekanis (berjalan dengan sendirinya), berjalan tanpa menggunakan kesadaran dan pertimbangan.
5. Instink sedikit banyak dapat dilatih atau diubah, disesuaikan dengan keadaan-keadaan baru.
6. Gerak instinktif berakar pada dorongan nafsu dan dorongan-dorongan lain untuk mendapatkan pemuasan.
7. Gerak instinktif sejak lahir tetap, tidak berubah , sedang instink pada manusia berubah.
d. Automatisme
Automatisme adalah gejala-gejala yang menimbulkan gerak-gerik yang terselenggara dengan sendirinya, ada dua macam automatisme:
a) Automatisme asli :ialah gerak automatis yang tidak digerakkan oleh gejala hasrat, missalnya : Gerak jantung, paru-paru.
b) Automatisme latihan ialah gerak-gerak yang berjalan secara automatis karena seringnya gerak-gerak itu diulang, missalnya : berjalan, bersepeda.
e. Kebiasaan:
Kebiasaan adalah gerak perbuatan yang bergerak dengan lancar dan seolah-olah berjalan dengan sendirinya.
referensi :
- http://portwarta.blogspot.com/2013/04/mempelajari-sikap-dan-perilaku.html
- http://wawan-junaidi.blogspot.com/2011/12/pengertian-sikap-menurut-para-ahli.html
- https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=11&cad=rja&uact=8&ved=0CIEBEBYwCg&url=http%3A%2F%2Focw.usu.ac.id%2Fcourse%2Fdownload%2F1270000054-penyusunan-skala-psikologi%2Fpsp_162_slide_struktur_dan_pembentukan_sikap.pdf&ei=EoZiU9-OC4-yuASinoCgBA&usg=AFQjCNGc6lXnrMB1Rx2i3xp70VfuKaWFkA&sig2=eXymNUgcZgpJB4O8FaHg2Q
- http://edukasi.kompasiana.com/2010/12/09/gejala-gejala-kognisi-perasaan-atau-emosi-konasi-berpikir-dan-belajar-324396.html
- http://debluesearching.blogspot.com/2011/04/kognitif-afektif-dan-konasi.html
Contoh penggunaan untuk "cara pandang" di bahasa Inggris
Kalimat
ini berasal dari sumber eksternal dan mungkin tidak akurat. bab.la
tidak bertanggung jawab atas isinya. Baca lebih lanjut disini.
Dua mitologi yang berbeda, dua cara pandang dunia yang berbeda.
Two different mythologies, two different ways of looking at the world.
Caranya adalah menggabungkan semuanya, menggunakan makanan sebagai cara pandang.
The trick is to join them up, to use food as a way of seeing.
Maka dari itu kami harus memikirkan ulang cara pandang kami terhadap kesehatan.
Therefore we're to rethink the whole way we look at health.
Kita butuh memikirkan kembali dengan radikal cara pandang kita terhadap kecerdasan.
We need to radically rethink our view of intelligence.
Kenyataan lapangan didasarkan pada cara pandang dunia yang melingkar.
The ground reality is based on a cyclical world view.
Cara pandang saya secara khusus -- (Tawa) -- cara pandang saya secara khusus adalah Amerika.
Now my perspective is a particularly -- (Laughter) -- my perspective is a particularly American perspective.
Semuanya dimulai dengan empati. Keluarlah dari cara pandang anda, tempatkan diri anda menjadi orang lain. "
It all begins with empathy. Take yourself out of your shoes, put yourself into the shoes of another person."
Dan mereka tidak selalu, anda harusnya tahu, memiliki cara pandang yang bagus untuk melihat dunia keseluruhan.
And they're not necessarily, you know, great ways of looking at the entire world.
Jadi hal ini seperti mengubah cara pandang kita.
So it kind of flips things on its head a little bit.
Saya bisa memberikan cara pandang saya ke orang-orang.
I would give my viewpoints to people.
Maka kami dapat memikirkan ulang cara pandang kami terhadap lingkungan, cara pandang kami terhadap energi, cara kami membangun paradigma tentang pembangunan.
Therefore
we will fundamentally rethink the way we look at the environment, the
way we look at energy, the way we create whole new paradigms of
development.
Dan ide yang kedua adalah kemampuan akademis, yang telah mendominasi cara pandang kita akan kecerdasan, karena universitas mendesain sistem dengan citra mereka.
And the
second is academic ability, which has really come to dominate our view
of intelligence, because the universities designed the system in their
image.
Jadi kami telah jauh melewati hari-hari tersebut di mana sekarang telepon menjadi alat yang sangat membantu dan telah mengubah cara pandang orang-orang India terhadap teknologi.
So we have
come a long way from those days where the telephone has become an
instrument of empowerment, and really has changed the way Indians think
of technology.
Saya percaya kita akan menggunakan suatu cara pandang
yang menarik karena di setiap masyarakat, terutama di masyarakat
demokrasi yang terbuka keadaan bisa berubah hanya ketika ide dicetuskan.
Now I
believe this is an interesting way of looking at it because in every
society, especially an open democratic society, it's only when ideas
take root that things change.
Analoginya yaitu seperti gambar dibawah ini:
Cara
membaca diagram blok di samping yaitu apa yang Anda lihat akan
mempengaruhi apa yang Anda lakukan dan apa yang Anda lakukan akan
mempengaruhi apa yang Anda hasilkan dan apa yang Anda hasilkan akan
memperkuat cara pandang itu sendiri. Jadi bila dirumuskan yaitu See Do Get
( S D G ). Nah, salah satu contoh yaitu dalam kamar Anda banyak
terdapat kumpulan koran yang menumpuk. Bila cara pandang Anda melihatnya
sebagai sampah, maka tindakan Anda biasanya akan mengambil dan
memasukkannya ke tempat sampah. Hasilnya yang Anda dapat adalah ruangan
yang bersih. Namun berbeda dengan para pemulung, karena cara pandang
mereka melihat kumpulan koran tersebut sebagai potensi uang, maka
tindakannya adalah mengumpulkan dan menjualnya. Hasilnya adalah uang.
Siapa yang benar dalam kasus di atas? Apakah Anda atau para pemulung?Coba bila kita melihat gambar di bawah ini. Gambar apakah sebenarnya?
Betul, bila Anda melihat gambar di samping tersebut gambar tikus
maka cara pandang Anda melihat gambar tersebut menghasilkan gambar
tikus. Tetapi bila Anda melihat gambar di samping tersebut gambar orang tua pakai kacamata
maka cara pandang Anda melihat gambar tersebut menghasilkan gambar
orang tua pakai kacamata. Sekarang pertanyaannya sama, gambar apa yang
benar? Apakah gambar tikus atau gambar orang tua pakai kacamata?Nah, itulah yang disebut cara pandang atau paradigma. Tidak ada yang salah ataupun tidak ada yang benar dalam cara pandang seseorang karena setiap orang bergantung dari apa yang Anda lihat akan mempengaruhi apa yang Anda lakukan dan apa yang Anda lakukan akan mempengaruhi apa yang Anda hasilkan. Hasilnya akan menguatkan cara pandang Anda terhadap apa yang Anda lihat.
Karena cara pandang setiap orang tidak ada yang salah dan tidak ada yang benar maka muncullah kata sepakat. Jadi bila sudah sepakat bahwa bila melihat gambar di atas maka lihatlah gambar tikus sehingga bila orang melihat gambar di atas tersebut gambar orang tua pakai kacamata di anggap salah menurut kesepakatan yang sudah disetujui oleh banyak orang.
Terakhir, lingkaran tengah yang manakah yang lebih besar? Sebelah kanan atau kiri dari gambar di bawah ini?

https://bambangps.wordpress.com/2009/05/11/apa-itu-cara-pandang-paradigma/
https://id.wikipedia.org/wiki/Paradigma
http://dedy-yuliarko.blogspot.co.id/p/pentingnya-cara-pandang-paradigma-yang.html
http://www.babla.co.id/bahasa-indonesia-bahasa-inggris/cara-pandang
https://b1ms.wordpress.com/2014/05/02/struktur-sikap-afektif-konatif-kognitif/
http://ofie-meisyah.blogspot.co.id/2011/12/konasi-dalam-psikologi.html







0 komentar:
Post a Comment