Shalat Sunnah Wudhu
Home »
ROSULULLOH
» Shalat Sunnah Wudhu
Salah satu jenis sholat yang disunahkan untuk dikerjakan oleh umat Islam adalah sholat sunnah wudhu. Sholat sunnah yang terdiri dari dua rakaat ini dikerjakan setelah berwudhu.
Sholat sunnah wudhu juga biasa disebut dengan sholat syukrul wudhu.
Sholat sunnah wudhu merupakan salah satu jenis sholat sunnah yang sangat mudah dan ringan untuk dikerjakan. Sholat ini hanya terdiri dari dua rakaat dan dapat dikerjakan kapanpun setelah mengambil wudhu, di luar waktu-waktu yang diharamkan untuk mengerjakan sholat.
Setelah berwudhu dan membaca doa setelah wudhu sebagai berikut;
“Asyhadu an laa ilaaha illallaahu wahdauu laa syarika lahu wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuuluhu. Allahummaj’alnii minat-tawwaabiina waj’alnii minal mutathahiriina waj’alnii min ‘ibaadikash-shaalihiin.”
Artinya: “Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah, dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku orang yang ahli taubat, dan jadikanlah aku orang yang suci dan jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang saleh.”
Kemudian berniat di dalam hati untuk mengerjakan sholat sunnah wudhu. Seperti halnya sholat sunnah yang lain, pada rakaat pertama membaca surat Al fatihah dan dilanjutkan dengan surat yang lain (yang dihafal), begitu juga pada rakaat yang kedua.
Sholat sunnah wudhu adalah salah satu jenis sholat sunnah yang sangat mudah dan ringan, karena hanya terdiri atas dua rakaat saja. Meskipun demikian, ternyata keringanan dan kemudahan itu justru membuat kebanyakan umat muslim enggan dan telah mengabaikan sholat sunnah tersebut.
Padahal, barang siapa yang senantiasa mendawankan sholat sunnah wudhu dengan ikhlas, insya Allah akan mendapatkan ganjaran yang besar dari Allah swt, sebagaimana sabda Rasulullah saw berikut:
“Rasulullah berkata kepada Bilal: Ceritakanlah kepadaku amal apa yang amat engkau harapkan dalam Islam, sebab aku mendengar suara kedua sandalmu di surga? Bilal menjawab: Tidak ada amal ibadah yang paling kuharapkan selain setiap aku berwudhu baik siang atau malam aku selalu shalat setelahnya sebanyak yang aku suka” . (HR Bukhari)
Dari Abu Hurairah radhiyallaHu ‘anHu, Rasulullah ShallallaHu ‘alaiHi wa sallam berkata kepada Bilal ketika hendak shalat shubuh,
“Wahai Bilal, beritahulah aku amalan yang paling engkau harapkan (pahalanya) yang engkau kerjakan dalam Islam. Karena aku mendengar suara kedua sandalmu di hadapanku di Surga”
Bilal menjawab,
“Tidaklah aku melakukan amalan yang paling kuharapkan (pahalanya). Hanya saja aku tidak bersuci, baik saat petang maupun siang, melainkan aku shalat setelah bersuci tersebut sebanyak kesempatan yang aku miliki” (HR. al Bukhari no. 1149 dan Muslim no. 910)
Maraji’:
Shahih Fiqih Sunnah Jilid 2, Syaikh Abu Malik Kamal bin as Sayyid Salim, Pustaka at Tazkia, Jakarta, Cetakan Pertama, Rajab 1427 H/Agustus 2006 M.
sumber : aljaami.wordpress.com







0 komentar:
Post a Comment