PT DI Produksi Pesawat Angkut Militer

Home » , , » PT DI Produksi Pesawat Angkut Militer


BOGOR, (PR)LM.-  
Indonesia 
terus berupaya memperkuat industri pertahanannya. 

Dalam kaitan tersebut, PT Dirgantara Indonesia (DI) menggandeng Airbus Military Industri, Eropa, memproduksi pesawat angkut militer CN 295, sekaligus bisa diubah untuk keperluan sipil, seperti mengangkut logistik penanangan bencana alam.

Kerja sama dengan Airbus Military Industry tersebut merupakan salah satu upaya revitalisasi PT DI. Dengan demikian perusahaan tersebut diharapkan semakin berkembang lagi. 

“Kita (Indonesia) mendapatkan linsensi ikut memproduksi CN 295. Pesawat ini bisa digunakan mengangkut militer dan juga digunakan mengangkut logistik penanganan bencana alam,” kata Menteri Pertahanan Purnono Yusgiantoro.

Menurut Purnomo, rencana strategis di bidang industri militer atau pertahanan sudah dilaporkannya kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. 

Dia juga melaporkan rencana pertemuan menteri pertahanan negara-negara anggota ASEAN- Association of Southeast Asian Nations ( Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara), di Bali, pekan ini. 

Selain itu dilaporkan rencana kedatangan Menteri Pertahanan Amerika Serikat pada 23 Oktober 2011 ini.
Purnomo mengungkakan, sejumlah perusahaan asing tertarik bekerja sama dengan PT DI membangun industri pertahanan di Indonesia. 

Selain dimaksudkan memperkuat pertahanan Indonesia sendiri, produksinya juga akan dijual ke sejumlah negara, terutama ASEAN.

Purnomo mengatakan, dalam pertemuan Menteri Pertahanan se-ASEAN itu, pihaknya akan memaparkan dan “menjual” CN 295 itu sertai produk-produk militer lainnya. “Ini semua merupakan strategi dalam usaha menyelamatkan industri dirgantara, sekaligus memperkuat pertahanan Indonesia,” kata Purnomo.

Guna meyakinkan upaya revitalisasi PT DI, dalam waktu dekat Presiden Yudhoyono akan meninjau pabrik yang berlokasi di Bandung itu. 

“Penguatan industri pertahanan dengan memproduksi CN 295 jelas akan bisa menghemat devisa. Jika 40 persen saja menggunakan konten lokal, itu jelas terhemat banyak,” ujarnya.

Purnomo tidak menyebutkan nilai devisa yang bisa dihemat. Juga tidak disebutkan berapa nilai investasi yang ditanamkan Airbus Military Industry untuk kerjasama pengembangan pesawat CN 295 itu. 

Ia juga menegaskan, sampai sejauh ini, belum ada rencana memproduksi pesawat tempur, tetapi lebih difokuskan pada produksi pesawat angkut militer yang bisa berubah fungsi saat digunakan untuk kegiatan bencana alam. (A-75/A-147)***
.
Share this article :