Kapal Selam TNI AL Dibuat di Indonesia
| | |
| Wednesday, 05 October 2011 | |
| JAKARTA– Pemerintah menargetkan produksi kapal selam tipe 209 kerja sama dengan Korea Selatan dapat dikerjakan di Tanah Air. Lewat kerja sama pengadaan tiga unit kapal selam itu pemerintah juga berharap bisa mendapat alih teknologi (transfer of technology/ToT) pembuatan kapal selam. Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Marsekal Madya TNI Eris Herryanto menandaskan pentingnya upaya untuk menyiapkan diri menyambut proses alih teknologi. Kementerian Pertahanan sudah meminta agar seluruh pihak yang terkait dengan pengadaan kapal selam ini menyiapkan diri di antaranya PT PAL. ”Sejauh ini telah ada gambaran mengenai seperti apa tahapan-tahapan yang harus dilakukan untuk produksinya. Kita, pemerintah, menginginkan bahwa teknologi ini bisa kita serap saat kita mengadakan ini,”ujar Eris. Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Soeparno mengungkapkan, sebelum menjalin kerja sama dengan Korea Selatan, proyek pengadaan kapal selam ini terlebih dulu ditawarkan kepada industri pertahanan dalam negeri. Namun, sejauh ini belum ada yang mampu membuatnya. Kapal selam yang segera diproduksi tersebut merupakan tipe 209 berbobot 1.500 ton,namun sistem persenjataan yang digunakan bertipe 214. Kapal ini lebih canggih daripada dua kapal selam yang kini dimiliki TNI Angkatan Laut,Cakra,dan Nanggala, yang bertipe 209 berbobot 1.300 ton. Sementara itu, PT Dirgantara Indonesia dan European Aeronautic Defense and Space (EADS)-CASA Spanyol bekerja sama memproduksi pesawat angkut militer ringan C-295.Kedua pihak sepakat untuk membuat enam hingga sembilan unit pesawat. Sebagian pesawat akan dibangun EADS-CASA di fasilitas pabrik pesawat terbang milik Airbus Military di San Pablo,Sevilla,Spanyol. Pesawat itu akan digunakan TNI AU. Kerja sama ini merupakan lanjutan kerja sama pembuatan CN-235 yang merupakan buah karya bersama PT DI kala masih bernama PT Nurtanio dengan CASA. Pesawat C-295 berbobot 50% lebih tambun dari pendahulunya tersebut, termasuk dibekali mesin PW127G turboprop besutan Pratt & Withney. fefy dwi haryanto/ant |







0 komentar:
Post a Comment