Pintu-Pintu Azab Allah Swt
Oleh Drs. KH. Mukhtar Khalid
Ada pertanyaan, kenapa bangsa ini sering dihinggapi oleh berbagai musibah. Air mata kita belum kering tiba-tiba musibah di Wasior, belum kering tiba-tiba gempa di Sukabumi, lalu banjir bandang di Sulawesi, gempa dan sunami di Mentawai dan musibah lainnya.
- Ternyata yang menjawabnya-pun beraneka ragam. Dimulai dari jawaban bahwa tahun ini disebutnya tahun yang tidak bagus, harinya bukan hari yang bagus dan masih banyak jawaban lain.
Maa ashoobaka min hasanatin faminallah, wamaa ashoobaka min sayyiatin famin nafsika.
"Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri".(QS. An-Nisa : 79)
Jangan-jangan kesalahan kita itulah yang menyebabkan banyak bencana yang menimpa negeri ini. Kalau berkiblat pada ayat diatas maka setiap azab,dan bencana itu karena kesalahan manusia.
Kalau kita lihat hadist-hadist, pintu bencana itu
pertama karena manusia paling suka mengikuti nafsu amarahnya,
- disebutkan dalam hadist mankaffa ghodobahu afwallahu anhu adzabahu, barang siapa yang menahan amarahnya maka Allah akan menahan azab kepadanya.
- Maka kalau amarah kita semua kita tahan maka Allah akan menahan azab kepada kita, karena salah satu ciri orang yang bertaqwa itu bisa menahan amarah. Amarah itu awalnya dari nafsu dan nafsu itu pasti yang berperan setan laknatullah alaih, siapa syetan itu?
- innahu lakum aduwwum mubin,
- Oleh karena itu kalau kita terpancing marah, maka tahanlah marah itu karena siapa yang menahan amarah Allah akan menahan azabnya, semakin pemarah seseorang maka semakin terbuka azab dari Allah.
- Diceritakan, khalifah Umar bin Khottob pernah akan menghukum seseorang, tiba-tiba terdakwa itu meludahi wajah Umar, kata yang hadir pasti ditambah hukumannya. Kalau 10 tahun hukumannya maka akan ditambah 10 tahun lagi, tetapi di luar dugaan Umar mengatakan, tangguhkan hukumannya,
- lalu kata sahabat: dia meludahimu wajah engkau ya Umar, karena dia meludahi saya, maka saya marah, dan saya khawatir memutuskan hukuman kepada orang ini karena berdasarkan nafsu amarah jawab khalifah Umar.
- Maka dari itu setiap keputusan yang diawali dengan marah maka akan membuka azab Allah. Jika ada yang membuat kita kesal, mari kita tahan marah itu, lantas kita kemanakan kalau kita marah?
- Kita lihat dalam Al-quran, idfa’ billati hiya ahsan, tolaklah yang bikin marah itu dengan berbagai prestasi kebaikan. Saya pribadi kalau kesal suka disalurkan ke cuci mobil, sehingga ada kemungkinan mobil yang kita cuci itu bersih sekali.
- Barangkali kalau ibu-ibu bisa disalurkan dengan mencuci pakaian, dan mungkin lebih baik seperti itu daripada marahnya menyatu dengan aktivitas kita yang membawa kepada hal yang negatif.
- Ada sebuah riwayat amal apa yang kalau saya kerjakan itu cukup, tidak usah beramal yang lain?. Ada kata rasul, apa ya rasul jangan marah. Apalagi la tardhob, jangan marah, apa lagi ya rasul la tardhob, jangan marah.
- Sesungguhnya segala keputusan yang dilandasi dengan marah fainnahu yahdilu anilhaqq, keputusannya itu akan membelokkan kebenaran. Maka untuk menangkal bencana paling tidak, salah satunya kita harus menahan marah.
- Ada apa dengan bangsa ini orang-orang gampang sekali cepat marah?
- Mulailah di rumah, kalau kita terpancing marah lebih baik diam dulu jangan berbicara, karena ketika kita kesal, lalu marah kemudian bicara yang tidak-tidak, karena marah itu identik dengan syetan,
- sesungguhnya marah itu sebagian besar dari syetan. "Innal ghoba minassyaithon".
- Ada riwayat dari Al-Ghazali ketika ada orang yang pemarah minimal 70 syetan menemaninya.
- Setan mata itu memerahkan matanya. Ada suami yang sedang marah kemudian berkata kepada istrinya ‘saya ceraikan kamu”, apakah sah?
- Tidak, karena ia memutuskannya dalam keadaan marah. Setiap sesuatu diputuskan dalam keadaan marah maka tidak sah karena itu sama dengan keputusannya syetan, ketika kita marah kita berhenti dan tidak berbicara, karena diam saat itu merupakan rajanya akhlak.
- Untuk ini bapak ibu hadirin semua, mungkin karena di negeri ini banyak yang pemarah sehingga azab Allah itu terus-terusan datang ke Indonesia.
- Kekerasan di rumah tangga sudah banyak terjadi, ada yang dipukul ada yang dibunuh gara-gara buah mangga satu (1) buah dibunuh oleh adiknya, sudah 39 ibu sekarang yang meninggal oleh suaminya, sudah 19 bapak yang meninggal oleh istrinya, yang harusnya melindungi malah dipukuli, ini merupakan bagian dari pintu azab yang datang ke dalam kehidupan rumah tangganya.
- Oleh karena itu rasul tidak pernah berwasiat khusus kepada manusia kecuali menitipkan pasangan kita.
- Pada waktu khutbah di Padang Arafah ada 11 wasiat nabi waktu itu salah satunya yaitu jangan bangga dengan anak kecuali dengan ketaqwaan, esensinya adalah kita tidak boleh fanatisme kesukuan, karena fanatik suku yang berlebihan maka akan mengundang perpecahan, di Bandung tidak ada jalan Gajah Mada, Jl. Hayam Wuruk, di Jakarta tidak ada Jl. siliwangi, Jl. pajajaran, karena kata Prof. Nila Lubis (ahli sejarah), karena dulunya pernikahan antara Diah Pitaloka dengan Hayam Wuruk gagal, itulah bahayanya fanatisme kesukuan dan bisa turun temurun.
- Seperti beberapa Departemen dan perusahaan di negara kita, beberapa ada yang fanatik suku, kalau pemimpinnya Sunda maka bawahannya itu Sunda semuanya, kalau pimpinannya Jawa semuanya Jawa, kalau Padang semuanya padang, dan sebagainya.
- ke 2 wasiat nabi itu ittaqulloh finnisa takutlah kalian kepada Allah tentang wanita, karena kalian telah mengambilnya sebagai amanah dari Allah.
- Kalau sudah saling menyakitkan, mengikuti hawa nafsu ujungnya adalah azab Allah, oleh karena itu kalau kita sedang marah jangan memutuskan sesuatu.
- Karena sebagian besar datangnya itu dari syetan, bagaimana ciri marah dari syetan: yaitu suka salah sasaran, anak istri bisa jadi sasaran.
- Kemudian marah yang bisa menyebabkan berhentinya ibadah.
- Jadi di kantor, di rumah, di jalan dan dimana saja, biasakan jangan terpancing emosi, karena orang yang baik itu bisa menahan amarahnya.
- Banyak diantara manusia yang tidak bisa menahan amarah sehingga menjadi pintu datangnya azab.
Ke-2 kunci datangnya azab itu apabila fitnah sudah muncul,
- apabila fitnah sudah tersebar maka pintu-pintu azab Allah itu akan datang.
- Ada hadist al-fitnah naaimah fitnah ini sedang tertidur, tidur nyenyak. Dan Allah akan melaknat kepada siapa yang membangkitkan fitnah itu.
- Jadi siapa yang membangkitkan fitnah maka azab-azab Allah itu akan datang.
- Maka dalam Islam dan dalam Al-quran bukan hanya diperintahkan shalat, puasa, zakat dan haji saja tetapi juga dianjurkan dalam Al-quran supaya kita tabayyun.
- Cek and ricek kebenaran apalagi menyangkut nama orang atau lembaga, fatabayyanuu cek kebenarannya.
- Apalagi kata orang sunda ceunah, kehancuran silaturahmi itu karena qila waqola, yaitu karena katanya dan katanya, kalau sudah katanya, misalkan seseorang yang dalam fotonya itu sendiri, kemudian disiasati oleh musuhnya untuk disandingkan dengan perempuan, kalau kurang-kurangnya bijak, istrinya langsung percaya maka ujung-ujungnya berantem, karena bisa jadi kebencian itu dari orang yang tidak menyenangi kita.
- Rumus dalam hidup kalau kita dapat nikmat yaitu bersyukur, namun ada yang kita lupakan bahwa yang sering kita lakukan itu tidak semuanya disenangi orang lain, karena setiap yang mendapatkan nikmat pasti ada yang dengki, kalau sudah bicara dengki, hasad kesananya muncul permusuhan.
- Kalau dilihat sejarah terjadinya pembunuhan antar manusia pertama kali bahkan kakak beradik adalah karena hasad yaitu seperti kasusnya Qabil dan Habil, hasad itulah yang menyebabkan terjadinya putus hubungan, karena hasad itu merusak iman, hasad itu merusak agama, jadi kalau agama bicara shalat kemudian hasad nanti pahala shalat itu hilang, agama bicara haji kemudian hasad maka pahala haji itu hilang, hasad itulah yang akan memakan pahala amaliah kita seperti kayu bakar yang dimakan api.
- Rasul mengatakan dan dikutip juga oleh Imam Ghazali “kalau air laut itu asin kemudian dimasukkan hasad maka air laut itu menjadi bau seluruhnya”, itu menunjukkan hasad itu sangat besar dosanya, disamping menyakiti dan merusak agama juga akan mengakibatkan permusuhan, dan berawal dari hasad itulah muncul fitnah dan fitnah itu lebih besar dari pembunuhan, kalau membunuh itu dosanya luar biasa sekali besarnya, bila fitnah sudah merajalela maka pintu-pintu azab Allah datang.
- Ingin rasanya kita menyaksikan suasana adem, ciri beragama kita tonjolkan, dan ciri beragama yang sering kita tinggalkan itu adalah hubungan harmonis, addinul muamalah agama itu hubungan yang harmonis.
- Jadi makin baik beragama seseorang maka ia semakin harmonis dengan siapapun. Sehingga tegaknya agama di negeri ini tidak cukup hanya dengan adanya peringatan Rajaban, Muludan, peringatan Nuzulul Quran walaupun itu syiar, tidak salah, tapi yang lebih penting adalah bagaimana menciptakan keharmonisan.
Yang ketiga pintu azab itu ialah khianat,
- kalau orang sudah khianat maka pintu azab sudah terbuka, tidak ada agama bagi siapa saja yang tidak melaksanakan amanat. Kesempatan adalah amanah, bila kesempatan itu dikhianati maka pintu azab datang.
- Tidak usah jauh-jauh di rumah saja, istri adalah amanah, kalau istri kita mengamanahi sesuatu kepada kita kemudian tidak kita turuti maka dirumah itu mulailah dan datanglah azab, istri tidak tenang dan suami pun tidak tenang, muncul saling curiga suasana tidak kondusif, ketika suasana tidak kondusif, iman kurang, lalu syetan mempengaruhi maka datanglah azab pada rumah tangga.
- Siapapun yang memberikan amanah kepada kita jangan khianat.
- Contoh lain orang yang bersahabat kalau salah satu khianat maka Allah lari dari keduanya, yang merupakan gambaran bahwa azab itu datang.
- Betapa banyak saudaramu yang lahir dari ibumu, khianat yang paling berat dalam hadist ialah mengkhianati orang tua, mengkhianati istri atau suami, mengkhianati jabatan juga termasuk terbukanya pintu-pintu azab.
Yang keempat yaitu arrosyi walmurtasyi, orang yang menyuap dan yang disuap,
- maka kalau sudah ramai suap menyuap akan datang azab. Contohnya ibadah Haji adalah ibadah yang suci, di tahun 2006 ada yang kekurangan makanan di Arab, menurut penelitian dari STKS, rata-rata yang kekurangan makanan itu yang berangkat hajinya bermasalah, padahal pergi haji itu duyufurrohman tamu Allah yang maha suci, maka jangan memakai cara suap menyuap, kalau berangkat hajinya sudah nyuap maka ibadah hajinya tersebut akan dihinggapi oleh berbagai musibah.
- Jikalau awalnya salah dan ujungnya salah maka boleh jadi oleh-olehnya pun salah.
- Tahun 2001 ada kelompok ONH Plus dan setiap ke Masjidil Haram sandalnya hilang dan yang hilang bukan seorang tapi semuanya, diantara anggota itu ada yang bertanya, “sudah 2 kali ke Masjidil Haram sandal kami hilang semuanya”.
- Dan setelah ditanya ternyata niat dari sebagian orang yang berhaji tersebut ikut haji melalui ONH plus itu tujuannya hanya ingin wisata atau senang-senang saja.
- Siapa saja yang niat haji ingin senang karena ikut ONH Plus, jadi niatnya pergi haji melalui ONH Plus itu hanya ingin enak saja, maka niat seperti itu salah, mau plus mau tidak plus niat haji itu adalah untuk taubat, karena untuk taubat minimal masuk tanah harom itu banyak membaca istighfar, siapa yang rutin membaca Al-quran dalam kondisi apapun dan lebih istimewa di tanah harom, wamakanallahu muaddzibahum maka Allah tidak akan mengazab mereka selama mereka memperbanyak istighfar. QS Al-Anfal ayat 33.
- Karena amal itu tergantung niat, bahkan ada hadist niatul mu’min khoiru min amalihi niat seorang mukmin lebih baik dari amalnya, seperti seorang makmum yang ikut berjamaah, tetapi imam itu hanya melaksanakan shalat sunnat, sah-kah shalat dzuhur bermakmum kepada imam yang sedang shalat sunnat?
- maka shalatnya sah, karena yang menentukan niat, karena niat si makmum itu adalah shalat dzuhur.
- Hanya saja berjamaahnya kurang sempurna.
- Kemudian contoh lain “saya gak senang dengan tahlilan ustadz, tetapi komplek saya tahlilan semua?” yang menentukan niat, maka niatkan silaturahmi, kalau keliling satu komplek atau satu RT pasti jarang ketemu, niatkan saja silaturahmi, niatkan membaca Al-quran karena aksiru min tilawatil qur’an fibuyutikum, perbanyak oleh kalian membaca Al-quran dirumah kalian, sesungguhnya rumah yang tidak kedengaran Al-quran didalamnya maka hanya sedikit kebaikannya dan lebih banyak keburukannya, dan penghuninya akan ditimpa berbagai musibah. Al-Hadist
- Ketika rasul akan menghadapi perang lalu dikumpulkan para sahabat, rasul tanya Abu Bakar, tanya Umar tanya Ali tanya Usman bin Affan, semuanya mengusulkan, setelah rapat akan ditutup Salman Al-Farisi mengajukan argumennya, “bolehkah saya bicara” padahal beliau adalah orang yang baru dikenal, beliau berkata ”kalau datang arah musuh buatlah parit yang dalamnya dua kali tinggi kuda dan luasnya dua kali loncat kuda”. Lalu kata rassul “shadaqta”, benar.
- Kenapa rasul tidak mendengar usulan Abu Bakar Sidiq, padahal Abu bakar itu mertuanya, tidak mengikuti usulan Umar, termasuk tidak menuruti Imam Ali padahal beliau adalah pintunya ilmu dan sekaligus mantunya rasul, kenapa tidak mendengar usulan mereka malah meng-iyakan usulan Salman Al-Faritsi.
- Itulah rasul tidak melihat karena kedekatan family, karena mantu, karena mertua tapi karena keahliannya. Apabila suatu urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya maka tunggulah kehancuran, maka wajar kalau azab datang silih berganti karena memang suap menyuap ini sangat merajalela di Indonesia mudah-mudahan kita semua bisa mencegah azab dengan akhlak yang mulia dan kita diberikan kesempatan bekerja disini, perlihatkan bahwa negara tidak salah memilih kita, wa ahsin kama ahsanta, persembahkan yang terbaik karena mempersembahkan yang terbaik itu awal turunnya rahmat kepada kita. Wallahu’alam






