Dibalik Senyum Ramadhan

Home » » Dibalik Senyum Ramadhan

sumber : .kumislele.com/

dibalik%2Bsenyum%2Bramadhan

Orang yang banyak senyum.. itu artinya orang yang sedang mengumpulkan pahala. Orang yang banyak senyum.. berarti bisa diketahui bahwa dia seseorang yang ramah. Bahkan bisa juga.. orang yang banyak senyum, tapi senyum sendiri.. itu bisa disebut orang gila.

Bulan ramadhan, adalah bulan yang penuh berkah. Dimana banyak sekali umat manusia yang mencari dan mengumpulkan banyak pahala. Bahkan sekaligus mencari kapan malam lailatulkadar itu akan datang menghampiri lintasan kasat mata.

Gue lahir dibulan yang sangat mengagumkan, dimana bertepatan di bulan Indonesia Merdeka, yaitu bulan agustus. Gue selalu mengharapkan bahwa disetiap gue ulang tahun, hari itu bertepatan dengan hari libur, karena di hari yang biasa itu:
1. Gue gamau jadi martabak, diceplokin telor.. terus dikasih tepung.
2. Gue gamau ngerepotin gue sendiri buat traktir temen-temen, walaupun di hari libur juga masih aja ada yang nagih.
3. Gue gamau dengan adanya ulang tahun ini.. menjadi sebuah cerita yang sangat dramatis. Jelas banget gue gamau.
4. Gue gamau pas gue ultah terus pada siap-siapin suprise yang nantinya bukan buat gue.
5. Sudah cukup.

Sudah 2 tahun kebelakang ini gue ulang tahun bertepatan dengan puasa, alhamdulillah berkah. Dan yang membuat gue seneng di bulan ramadhan ini, gue ngga perlu menggocek duit abis-abisan. Awalnya gue tenang-tenang aja, tapi masih aja ada yang nagih..


"Do, traktirannya buka bersama yuuk?!" sebut saja mawar.
"Heeuh da aing teh naon." balas gue, dalam lubuk hati yang paling dalam ditambah dengan senyuman.


Saat puasa.. gue harus menjaga diri dari segala hal yang membatalkan, sekaligus gue harus menahan segala hawa nafsu. Pembelajaran yang tidak disadari secara langsung pada bulan ramadhan ini adalah kangen. Dimana kita akan cenderung lebih kangen dengan adzan maghrib, dari pada kangen mantan. Aktivitas sederhana yang dapat dilakukan untuk mempersingkat waktu dalam menunggu berkumandangnya adzan maghrib yaitu dengan cara tidur. Rencana aktivitas sederhana yang gue buat.., terlaksanakan dengan memakan waktu 12 jam, sungguh itu angka yang relatif kafir, dimana tidak menyadari akan halnya sholat, sementara sholat itu wajib bagi umat Islam, jelas sekali bahwa gue lebih banyak mengumpulkan dosa dari pada mengumpulkan pahala. Mmh ... pppssshhh *ngompol*. Ternyata rencana aktivitas sederhana tadi ... hanyalah sebuah mimpi.

Aktivitas yang biasa dilakukan untuk menunggu adzan maghrib berkumandang.. dalam bahasa sunda itu biasa disebut ngabuburit. Hal yang paling sering dilakukan untuk ngabuburit.. bersama teman sebaya itu, bermain petasan. Biasanya gue main petasan atas dasar menjahili orang lain.

Petasan yang gue beli.. jelas ngga pake duit sendiri, gue pinjam duit nyokap dengan cara mengambil langsung dari dompetnya tanpa sepengetahuan nyokap. Sebut saja gue pencuri, #AnakDurhaka. Petasan yang gue beli jelas-jelas berbahaya dan tidak pantas untuk diperjual - belikan sebenarnya. Karena gue ngga beli petasan yang ecek-ecek.. yang suaranya cuman pppsshh doang kaya bayi ngompol. Sebagai laki tangguh dan kece gue beli bom rakitan.


"Ajiiieb kan petasan gue?" laga songong gue.
"Anjrriitt lu beli dimana?" arif terngah-ngah.
"Ceilah petasan lu ecek-ecek banget mana kecil lagi."
"Waah gila lu, mau jadi buronan apa? Ingat bokap nyokap lu yang udah ngebesarin elu!"
"Iyaa riff iyaaa *uhuk uhuk*" Kata gue, dengan adegan layaknya drama korea.
"Ingaaaat rif ingaaaat! Berapa banyak dosa yang telah engkau perbuat?" Kata arif, dengan adegan layaknya ustad maulana. Jamaah~ oh jamaah~ Alhamdu? lillah~.
"Lebay lu."



Ada petasan yang absurd menurut gue.. absurdnya itu, ini petasan ngga pantes disebut petasan, bentuknya kaya tabung tapi buntet banget.. yang pasti kecil, dimana fungsi petasan tersebut dibuat hanya untuk menimbulkan cahaya tanpa memberi efek ledakan. Gue terbayang.. bagaimana jika sebelum ada lampu.. umat manusia menggunakan petasan buntet, yang dimana hanya bisa menerangi 1 menit saja.. dimana bumi sedang gelap dan sementara petasan ini berukuran kecil dan hanya memiliki 0,001 Watt. Bukan INSIDIOUS tapi jatuhnya lebih ke INISIHWATIR menurut gue.

Karena gue gatau apa nama petasannya.. maka dari itu sebut saja petasan buntet. Gue pernah iseng dengan petasan buntet ini. Keisengan gue dengan petasan buntet ini gue lakukan ke seorang tetangga yang sedikit akrab dan ngga punya salah sama gue.. yang berarti dia tidak pantas divonis kejahilan sama gue.. tapi gue melakukannya hanya sekedar untuk keisengan, dimana saat petasan buntet gue sudah menyala dengan terang.. lalu mulai keisengan gue untuk menempelkan petasan buntet itu ke kepala tetangga gue.. bukan bokap gue yang jelas, karena kalau bokap biasa disebut kepala rumah tangga .. tetapi ini teman sebaya gue yang memiliki rambut dan seseorang itu kebetulan bernama nasip. Alhasil dari keisengan gue tersebut.. kepala teman gue pitak udah ngga berambut lagi, itu semua salah gue.. tapi gue hanya bisa melarikan diri. Gue sebenernya bersalah.. tapi gue membela diri dengan sendiri.. karena ngga ada yang mau menjadi kuasa hukum gue disaat persidangan. Oke fix.. ini drama banget.

Di bulan ramadhan ini gue tidak hanya melakukan kegiatan ngabuburit saja.. tetapi gue tetap melakukan aktivitas gue sebagai unsur manusia yang terus tiada henti-hentinya berharap demi mendapatkan sebuah keajaiban dari sebuah kantong doraemon, tetapi doraemon tidak kunjung datang.. dan semua harapan itu berakhir sia-sia.

Kesepian yang selalu gue hadapi, dan gue ingin mengubah peristiwa tersebut agar tidak lagi merasa kesepian.. karena pekerjaan menunggu dan terus menunggu balasan dari seseorang yang tidak kunjung datang, sakitnya tuh disini (nunjuk hp yang sedang mengecek sisa kuota). Dari semua kejadian itu, membuat gue mengambil keputusan untuk membeli seekor binatang yang bisa terbang.. tapi bukan burung, yaitu tupai terbang(sugar glider). Dengan memelihara ini, gue lebih dapat merasakan bagaimana rasanya menyayangi, mengasihi, dan memberi. Sering sekali terlintas rasa yang muncul dalam keinginan gue untuk memberi binatang ini kepada setiap insan manusia.. yang jelas lawan jenis.. karena gue bukan homo, agar dia bisa tahu bagaimana rasanya menyayangi, mengasihi, dan memberi.. bukan menyakiti.



"Tulisan ini diikutsertakan dalam Best Article Blogger Energy"
.
Share this article :